14/03/2017

Polymerase Chain Reaction


Reaksi berantai polimerase (PCR) adalah metode amplifikasi suatu sekuen DNA tertentu. PCR merupakan cara yang sensitif, selektif, dan sangat cepat untuk memperbanyak sekuen DNA yang diinginkan. Spesifisitas didasarkan pada pemakaian dua oligonukleotida primer yang terhibridisasi ke sekuen komplementer di untai DNA yang berlawanan dan mengapit sekuen target. Sampel DNA mula-mula dipanaskan untuk memisahkan kedua untai; primer dibiarkan berikatan dengan DNA; dan masing-masing untai disalin oleh suatu DNA polimerase yang dimulai di tempat primer. 

Kedua untai DNA masing-masing berfungsi sebagai cetakan untuk síntesis DNA baru dari dua primer. Siklus berulang denaturasi panas, penyatuan primer dengan sekuen komplementernya, dan pemanjangan primer yang telah menyatu tersebut dengan DNA polimerase menyebabkan perbanyakan eksponensial segmen DNA dengan panjang tertentu (Murray et al. 2009). 
Komponen-komponen utama yang terlibat dalam proses PCR terdiri atas DNA target yang akan diamplifikasi (cetakan DNA), primer, deoksinukleotida trifosfat (dNTPs), dan enzim termostabil DNA polimerase. Molekul DNA target berfungsi sebagai cetakan untuk menghasilkan perbanyakan sekuens DNA yang diinginkan.

Primer merupakan satu fragmen DNA pendek yang berukuran 10-20 basa (b) yang berperan dalam inisiasi sintesis untaian DNA. Semakin panjang primer, maka semakin spesifik daerah yang akan diamplifikasi. DNA polimerase yang digunakan dalam proses PCR adalah Taq polimerase DNA yang diisolasi dari mikroorganisme Thermus aquaticus. Enzim ini bersifat tahan terhadap suhu panas (94 ̊C) dan memiliki kecepatan amplifikasi 2-4 kilobasa per menit atau 35-70 basa per detik. Enzim taq polymerase berfungsi sebagai biokatalis dalam síntesis untaian DNA baru, sedangkan molekul dNTPs digunakan untuk membentuk kompleks rantai baru (Bangun 2002). 

Proses PCR terdapat tiga tahapan yan berulang - ulang. 
yaitu : 
  1. Denaturasi termal dengan meningkatkan suhu pada tabung reaksi sampai 95°C; 
  2. Primer annealing merupakan tahap saat primer akan berpasangan dengan sekuens DNA cetakan (template) yang sudah dalam bentuk ss-DNA pada 35-60°C; 
  3. Ekstensi primer, pada tahap ini suhu ditingkatkan kembali sampai 75°C yang merupakan suhu optimum untuk kerja Taq DNA polimerase yang akan memulai reaksi pada ujung 3‟-hidroksil dari primer. 

Selain DNA cetakan dalam reaksi PCR juga diperlukan primer oligonukleotida, DNA polimerase termostabil (misalnya Taq DNA polimerase), empat macam deoksiribonukleotida (dNTPs), dan buffer PCR pH tertentu (Surahman et al. 2007).
Konsentrasi DNA dan MgCl2 mempengaruhi hasil amplifikasi PCR. Konsentrasi DNA yang lebih tinggi atau lebih rendah dari konsentrasi optimum menghasilkan pola pita DNA yang lebih sedikit dan kurang baik. Konsentrasi MgCl2 yang lebih rendah atau lebih tinggi dari konsentrasi optimum menghasilkan jumlah pita yang lebih sedikit. Konsentrasi Taq DNA polimerase berpengaruh pada ketajaman pita DNA. Konsentrasi emzim Taq DNA polimerase yang tinggi menghasilkan intensitas pita DNA yang lebih tajam dibandingkan hasil amplifikasi dengan konsentrasi enzim yang lebih rendah (Lengkong et al. 2001).
Untuk mencapai amplifikasi DNA yang optimum diperlukan kondisi reaksi yang optimum yang ditentukan misalnya oleh konsentrasi DNA cetakan, konsentrasi magnesium, konsentrasi Taq DNA polimerase, konsentrasi primer dan dNTPs, suhu annealing, waktu dan jumlah siklus tertentu. Oleh sebab itu, perlu ada optimasi PCR. Disamping itu, keberhasilan juga ditentukan oleh primer yang baik. Persyaratan primer yang baik antara lain adalah bebas dari kemungkinan terjadinya primer-dimer dan formasi self-complementarity, serta stabilitas internal yang tepat (Surahman et al. 2007).

29/02/2016

Ilahi Anta Maqsudi

Di kisahkan ada seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w.
“Untuk apakah alam raya ini dijadikan ALLAH? Bagaimanakan ia wujud?”.

Nabi menjawab, “Aku tidak tahu jawabannya. Aku akan bertanya dulu kepada Malaikat Jibril”.
Nabi pun bertanya kepada Jibril yang memberi jawapan demikian, “Aku tidak tahu, aku akan bertanya kepada Allah”.

Lalu Jibril pun bertanya kepada Allah S.W.T. kemudian ia kembali membawa firman Allah.

“Kami ciptakan langit hanya untuk memberi pemandangan yang indah-indah dan untuk hiburan bagi makhluk, dan untuk menunjukan keagungan dan kekuasaan Kami dan diciptakan bintang-bintang yang berkelipan untuk mempertingkatkan jiwa makhluk dan mengembirakan mereka dan menyebabkan mereka kagum dan terpesona dengan ciptaan Allah S.W.T.”

Apabila Allah ditanya bagaimana Dia membuat semua ini, Jibril melaporkan bahwa Allah berfirman, “Aku tidak jadikan manusia itu berupaya untuk mengetahui bagaimana Aku buat semua itu. Walau Aku beritahu kepadamu, kamu tidak akan faham tetapi tatkala akan berpisah nyawa dengan badan, tatkala itu hijab telah tersingkap, kamu akan melihat bagaimana ia dibuat dan kamu akan hairan dan takjub dengan kebijaksanaan-Ku. Akulah pencipta yang paling baik. Sebagaimana Aku jadikan langit itu dengan rumit dan komplek sekali, maka bergitu jugalah Aku menjadikan diri manusia itu lebih hebat dan rumit lagi”. 

Rasulullah saw pernah bersabda: “ Manusia itu sedang tidur nyenyak, apabila mati barulah sadar”.

Bagitulah insan bernama manusia itu. Selalu lupa, lalai dan lemah, dan mudah terperdaya nafsu. Masa hidup ia berfoya-foya dengan hawa nafsunya, lalai dari amalan untuk akhiratnya yang akan menyeretnya ke neraka. Di situ tiada lagi jalan untuk kembali…nasi sudah menjadi bubur. Manusia lupa bahwa dirinya tidak punya apa-apa . Dirinya fakir dan miskin. Hanya Allah yang Maha Kaya, yang punyai segala-gala. Manusia yang fakir hendaklah menahan diri dari segala Ghairullah, kerana Allah itu tempat segalanya, tempat ia meminta dan juga tempat ia kembali. Lepaskanlah hawa nafsu dari segala Ghairullah agar mudah ia mendapatkan Allah.

BERSAMBUNG. . . . . . . . . .


23/11/2015

Unknown Number di My Blackberry

Pernahkah sobat mengalami  “Unknown Number” di My Blackberry ....?. ketika sobat melakukan panggilan. Berikut tips di bawah ini cara menambah atau mengganti no telpon yang tidak dikenali oleh Blackberry sobat khususnya Blackberry Curve 9320 semoga bisa membantu.







Ok Langsung saja ikuti langkah langkahnya :

  1. Pada layar silahkan sobat cari dan klik Option (gambar kunci).
  2. Cari dan klik Device.
  3. Cari dan klik Advanced System settings.
  4. Cari dan klik Sim Card.
  5. Pilih Phone Number dan isikan no telpon sobat.
  6. Selesai.

Kesimpulan:
Pilih Option - Device - Advanced System Settings – SIM Card – Phone Number – isikan nomor telpon sobat - selesai.

Selamat mencoba

http://arekkandangan.blogspot.co.id/


22/10/2015

Indikasi Kerusakan Pada Memori RAM



Bagaimana mengetahui  saat sebuah memori RAM rusak? Ada 2 jenis efek dari kerusakan sebuah memori pada komputer:
  1. Membuat komputer tidak dapat menyala sama sekali dan
  2. Membuat  system yang kita gunakan eror ( blue screen, selalu restart sendiri, hang dan lain lain.
Beberapa hal yang menyebabkan memori RAM rusak diantaranya  adalah:
  •  Listrik yang kurang stabil
  •  Melakukan overlock komputer
  •  Efek elektrostatik
  •  Panas dari komponen lain yang ada di  dalam CPU
  •  Lembab juga bisa menyebabkan kerusakan memory dan sisanya terima nasib (kebetulan dapat produk gagal).
Memori yang benar-benar rusak mengakibatkan tidak adanya tampilan pada layar komputer.  Kemudian komputer juga akan memberikan laporan dengan mengeluarkan suara beep panjang berulang-ulang akan tetapi ada juga yang diam saja, tergantung dari BIOS-nya.  Untuk kondisi ini berarti memori tidak terdeteksi oleh sistem.

Cara mengatasinya coba ikuti langkah-langkah berikut ini yg mudah mudahan bisa membantu.
  1. Buka tutup kesing CPU, lepaskan memori RAM yang ada di motherboard. 
  2. Bersihkan slot memori  dengan menggunakan kuas dan bisa juga dengan hair dryer.
  3. Gunakan penghapus pensil untuk membersihkan pin-pin memori tersebut, setelah itu coba pasang kembali.
Ada juga cara lain yaitu dengan menggunakan multitester yang cara kerjanya adalah memanfaatkan tegangan listrik DC baterai untuk melakukan elektrik shot pada komponen IC-IC yang ada pada memori  dan caranya begini sobat:
  1. Bersihakn pin-pin memori dengan kain untuk membersihkan kotoran yang melekat di pin memori. Untuk cairan pembersihnya anda bisa menggukanan tiner agar lebih bersih dari debu (siramkan saja pada memori yang rusak kemudian gunakan kuas untuk membersihkannya)dan keringkan dengan kain bersih yang halus.
  2. Bisa juga pin-pin tersebut di semprot dengan KARBURATOR CLEANER setelah itu di keringkan sebentar lalu bersihkan dengan kain bersih
  3. Pilih selector switch multimeter pada Ohm, posisikan 1K, 10K atau 100K.
  4. Gunakan jarum negative(-) kabel warna hitam, tempelkan pada salah satu pin atau kaki-kaki memori.  Selanjutnya jarum positif(+) kabel warna merah gesekan pada kumpulan kaki-kaki IC lakukan pada seluruh IC yang ada.
  5. Coba pasang kembali memori dan nyalakan komputer kembali tapi kalau masih tetap tidak bisa memori tersebut harus di lembiru (lempar dan ganti yang baru)he..he..he

http://arekkandangan.blogspot.co.id/



16/10/2015

Charger Baterai Smartphone Yang Benar

Smartphone sangat membantu sekali dalam urusan kita sehari hari mulai dari nelpon, membaca berita, menerima  email, memotret sampai berbagai macam media sosial yang ada. Namun beragam fungsi ini membuat baterai lebih banyak mengeluarkan daya dan cepat habis sehingga harus diisi lagi (charge).
Mengisi baterai smartphone tidak boleh asal ngecas bro… jika di lakukan tidak dengan cara yang benar, baterai akan cepat ngedrop (rusak). Agar baterai bisa berumur panjang berikut cara nge-charge baterai smartphone yang benar :
 

1.Hindari  daya baterai habis total.
Ada yang mengatakan bahwa baterai smartphone sebaiknya di biarkan habis dulu sebelum di-charge kembali. Hal itu memang benar, tapi dengan baterai yang berbahan nikel, sekarang bahan tersebut ini sudah jarang di gunakan.
Smartphone keluaran terbaru rata-rata sudah menggunakan baterai berbahan Litium-ion. Cara perawatanya juga berbeda dengan baterai yang berbahan nikel. Untuk baterai jenis Litium-ion sebaiknya di jaga daya baterai yang tersimpan di dalamnya tetap di atas 50% atau minimal 20%. Tetapi sesekali daya baterai juga perlu dikuras hingga habis untuk keperluan kalibrasi.
 

2.Jangan di “charge” semalaman.
Mengisi baterai  semalaman ternyata tidak baik. Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai di banding dibiarkan dalam kondisi nol% atau 100% secara terus menerus.
Baterai Litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa di gunakan untuk merusak baterai itu sendiri, yakni untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.
 

3.Hindari tempat yang panas.
Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kav depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekalipun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai.
Baterai Litium idealnya di sampan dalam suhu 15ᵒC. Suhu ekstrem yang bisa di tangani adalah antara minus 40ᵒC hingga 50ᵒC.
 

4.Langsung ke socket listrik.
Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika di banding menghubungkan smartphone dengan usb komputer atau laptop menggukanan kabel data/charge.
http://arekkandangan.blogspot.co.id/

15/10/2015

BALITA ANDA MENGALAMI FRUSTASI

Balita anda mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan hampir selalu mereka menginginkanya sekarang juga.   Bagi Anda yang memiliki anak prasekolah, hal ini tidak mengejutkan. Yang seharusnya tidak mengejutkan juga adalah jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, biasanya mereka mengamuk.
Ketika seorang anak merasa frustasi, maka

13/10/2015

TIDAK ADA ANAK YANG NAKAL

Apakah anda punya anak yang “sulit”? Apakah putri Anda mengamuk tanpa sebab yang jelas? Apakah putra Anda menolak makan?  Sekitar 20 persen anak membuat orangtua mereka pusing dengan kelakuan mereka yang menjengkelkan.  Jika Anda memiliki anak seperti ini, Anda bias merasa letih, tertekan, tidak yakin akan Anda sebagai orangtua, marah pada anak Anda, dan malu kepada orang lain karenakelakuan mereka.

Sebuah penelitian yang dilaksanakan beberapa tahun lalu, tidak menyalahkan orangtua karena memiliki anak yang kurang sempurna, bahkan menyimpulkan bahwa anak-anak sebenarnya lahir dengan serangkaian”sifat-sifat bawaan”.
Hal ini sudah mulai terlihat pada usia beberapa bulan saja! Sifat-sifat ini hingga  suatu tataran tertentu, menentukan apakah bayi Anda akan berkembang menjadi anak yang “mudah” atau “sulit”. Meskipun pembawaan anak Anda dipengaruhi oleh factor-faktor lain, tapi bagian terbesar akan menetap secara konsisten seumur hidupnya.
Mungkin penolakan anak anda untuk makan disebabkan antara lain oleh sifat keras kepalanya, yang merupakan ciri yag akan dibawanya terus seumur hidupnya.

Bagaimanapun pembawaan anak Anda, jauhkan diri dari pemberian cap”baik” atau”nakal”, karena itu bukan kesalahan bayi Anda, bukan pula kesalahan Anda atau pasangan Anda. Ini sekadar kenyataan yang ada! Anda sendiri  lahir dengan pembawaan tertentu, yang membuat Anda mudah cemas menghadapi keadaan tertentu. Kemungkinan besar Anda juga cemas sewaktu masih bayi. Cara Anda mengungkapkan kecemasan ini sebagai balita mungkin muncul dalam bentuk sulit tidur tanpa lampu menyala terang.

Berusahalah peka terhadap pembawaan bayi Anda sejak dini. Dengan demikian Anda dapat menyesuaikan pendekatan Anda menghadapi kelakuanya untuk mengantisipasi dan mencegah terjadi konflik sebelumnya. Anda akan menjadi lebih percaya rasa frustasi berkurang, dan dapat membentuk hubungan dengan anak anda, lebih bahagia dan penuh rasa sayang serta memuaskan.
http://arekkandangan.blogspot.co.id/


09/10/2015

Si Manis Beribu Manfaat

Siapa tidak kenal tebu? Penulis yakin kita semua pasti mengenal sama yang satu ini. Ya.., tebu. Tanaman penghasil gula yang kita konsumsi sehari-hari. Tebu atau sugar cane dalam bahasa inggris adalah tanaman yang bernama ilmiah Saccharum officanarum L. ini merupakan keluarga graminae atau sejenis dengan suku rumput-rumputan. Bentuk pohon dari tanaman tebu yaitu batang yang berbentuk memanjang keatas, dan terdapat ruas-ruas di batangnya, daunnya terdapat pada setiap ruasnya.
Tanaman tebu tumbuh lebih di 200 negara, India adalah produsen gula terbesar kedua di dunia sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil. Di negara Karibia tebu diolah menjadi falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. Di Indonesia tanaman ini banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatera. Selain di Indonesia, tanaman ini juga bisa hidup di daerah beriklim udara sedang sampai panas.
Klasivikasi Tanaman Tebu


Kondisi tanah yang mendukung pertumbuhan tebu secara optimal yaitu tanah yang kering-kering basah. Karakteris tanah seperti ini meliputi: curah hujan kurang dari 2000 mm pertahun, pH tanah lebih dari 6,4 sehingga tidak terlalu asam, serta posisi ketinggian tanah atau lahan yang kurang dari 500 meter di bawah permukaan laut (dpl).

Kandungan Air Tebu

Tanaman penghasil gula ini ternyata tidak hanya sekedar dijadikan bahan baku gula pasir maupun vetsin saja, beberapa zat yang terkandung di dalam airnya juga bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk penyakit tertentu. Berikut ini penulis paparkan tentang beberapa kandungan utama senyawa yang ada dalam air tebu beserta manfaatnya
1. Octacosanol
Senyawa octacosanol memiliki khasiat menurunkan kadar kolestrol dalam darah, menghambat penumpukan plak pada dinding pembuluh serta memberikan perlindungan terhadap oksidasi protein darah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh National Center for Scientific Research, Havana, Kuba, menyatakan bahwa senyawa sejenis alkohol rantai panjang ini mampu menekan sintesa kolesterol yang diproduksi di dalam hati.

Hal ini ditunjukkan dari adanya pengaturan enzim reduktase HMG-CoA yang membatasi laju sintesa kolesetrol. Mengonsumsi octacosanol dalam waktu jangka panjang efektif menurunkan dan mengontrol kolesterol darah tanpa efek samping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian octacosanol 10 mg per hari terbukti menunjukkan penurunan total kolesterol darah 17,5% dan LDL-kolesterol 21,8% namun tidak terjadi peningkatan pada kadar glukosa atau glikemik darah. Malah kadar HDL-kolesterol meningkat 11,3%.
2. Saccharant - senyawa antidiabetik
Gula tebu menjadi momok bagi penderita diabetes. Pasalnya gula tersebut tidak baik bagi penderita diabetes karena kandungan glukosa dalam senyawa sukrosa tersebut mudah dipecah oleh tubuh. Sehingga adakalanya harus menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti. Akan tetapi lain halnya dengan kandungan gula dalam air tebu. Menurut dr. C.J. Soegiharjo Apt. dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, air perasan tebu memiliki efek antidiabetik. Air tebu mengandung ‘saccharant’ (bukan saccharine), suatu senyawa jenis polisakarida non-pati yang berkhasiat sebagai antidiabetik. Sayangnya dalam pengolahan menjadi gula pasir, senyawa polisakarida itu pecah saat proses pemanasan menjadi disakarida yang kita kenal sebagai saccharosa (sukrosa), senyawa pencetus diabetes. Inilah yang membedakan air tebu dengan gula pasir.
       
Air tebu
3. Asam Lemak
Kandungan asam lemak seperti asam linoleat (36,1%), asam palmitat (25,0%), asam oleat (10,2%), asam linolenat (6,9%) dan asam arachidat (7,6%) pada air tebu memiliki efek anti radang dan analgetik (obat penghilang nyeri) (Whyte dan Hengeveld, 1950). Itulah mengapa tanaman gula ini bisa dijadikan obat tradisional multifungsi. Secara tradisional, masyarakat memang sudah memanfaatkan tebu sebagai antiracun, antiseptik, pengencer dahak dan obat lambung. Bahkan ia juga dipakai untuk mengobati kanker paru-paru, beberapa tumor, dan menyembuhkan luka. Air tebu juga digunakan untuk pengobatan gonore dan gangguan vagina. Ampas tebu dipakai untuk menutup luka dan membalut patah tulang. Di India jus tebu menjadi obat untuk tumor di bagian perut.

Manfaat Tebu Dari Segi Kesehatan
1. Kesehatan Gigi
Di negara India, tebu dikonsumsi untuk kesehatan gusi dan gigi. Cara mengkonsumsinya adalah meminum ekstrak dari sari tebu yang ditambahkan dengan jeruk nipis dan garam. Hal ini bertujuan untuk memberikan kekuatan pada gigi dan gusi.
2. Kesehatan Jantung
Mengkomsumsi air tebu secara teratur dapat menjaga metabolisme tubuh kita dari kekurangan cairan karena banyak kegiatan yang sudah dilakukan sehingga dapat terhindar dari stroke. Banyaknya kandungan karbohidrat dapat menambah kekuatan jantung, mata, ginjal dan otak.
3. Pencegahan Penyakit
Air tebu dapat dimanfaatkan sebagai pencegah sakit tenggorokan dan mencegah sakit Flu karena dapat menjaga metabolisme badan kita. Tebu memiliki sifat alkali (bersifat reaktif dan termasuk zat pereduksi kuat) sehingga dapat membantu mencegah kanker payudara dan prostat.
4. Penyembuhan Penyakit
Tebu dapat membantu dalam pengobatan penyakit kuning karena memberikan kekuatan hati yang menjadi lemah selama penyakit kuning. Tebu membantu menjaga aliran air seni dan juga membantu ginjal untuk menjalankan fungsi mereka dengan baik.
octacosanol-no-caption     disaccharide-no-caption
Senyawa octacosanol yang terdapat
dalam air tebu
Senyawa octacosanol yang terdapat
dalam air tebu
Senyawa sukrosa (disakarida) yang tersusun dari
cincin glukosa dan pentosa
Manfaat Tebu Dari Segi Industri

1. Bahan Pokok Pembuatan Gula
Seperti yang sudah diketahui, tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakmurnian, campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan.

Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Tidak hanya gula dalam bentuk kristal, akan tetapi juga dalam bentuk gula batu. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu.

2. Bahan Pembuat Kertas
Proses pembuatan tebu menjadi gula menghasilkan cukup banyak ampas. Dan ketika ampas tersebut dibakar, bagian dari tebu tersebut menjadi tidak berguna. Saat ini, telah ditemukan berbagai solusi pemanfaatan ampas tebu. Salah satu contohnya adalah membuat kertas dari ampas tebu. Selama ini sisa ampas batang tebu di Indonesia hanya dijadikan bahan bakar pabrik gula. Tapi sekarang ada teknologi menjadikan ampas tebu tadi sebagai bahan baku membuat kertas waterproof yang setelah tidak berguna dapat hancur melalui proses pembusukan.

Penemuan ini terjadi di Australia. Melalui proses bio-engineering, selulosa pada ampas tebu disulap menjadi kertas dan karton waterproof. Kalau sudah tidak terpakai, tidak perlu dimasukkan ke incinerator, tapi cukup dibawa ke tempat pembuangan sampah biasa nanti akan hancur dengan sendirinya dimakan bakteri. Atau sampahnya didaur ulang kembali menjadi kertas dan karton waterproof.

Sekarang karton yang dipakai perusahaan movers dilapisi dengan lilin berbasis produk minyak atau berlapis plastik sehingga karton tidak dapat didaur ulang. Les Edye dan Bill Doherty pimpinan tim mendapat penemuan itu di Cooperative Research Centre for Sugarcane Innovation through Biotechnology disingkat CRB SIIB yang bertempat di University of Queensland di St. Lucia.

Menurut Doherty, potensi biomassa tebu luar biasa untuk mendongkrak industri gula, “Apa yang sudah kita capai baru sebagian saja mengungkap kegunaan industri gula. Selama ini berapa ribu ton ampas tebu kita bakar begitu saja yang hanya menambah pencemaran udara.”

“Padahal dari ampas tebu kita dapat membuat karton waterproof yang sangat kita perlukan untuk industri packaging yang punya nilai komersial tinggi”, kata Doherty. “Di CRC kita ekstraksi selulosa dari limbah tebu, lalu melalui fermentasi kita hasilkan lignin yang adalah bahan baku pelapis waterproof untuk berbagai jenis kertas.”

“Kegiatan ini memerlukan sinergi antara perkebunan tebu – pabrik gula – pabrik kertas untuk menghasilkan karton kemasan dan kertas waterproof terbikin dari limbah bahan nabati yang sepenuhnya dapat didaur ulang serta ramah lingkungan.” (Doherty et al, 1996)

Tahapan proses pembuatan gula dari tebu

3. Bahan Pembuat Alkohol
Tetes tebu (molase) adalah salah satu hasil samping pabrik gula tebu yang masih mempunyai nilai ekonomi yang cukup disebabkan kandungan gulanya yang tinggi sekitar 52% (Baikow, 1982) sehingga memungkinkan dijadikan bahan baku berbagai industri. Industri yang memanfaatkan tetes diantaranya adalah industri yang menghasilkan produk distilasi seperti rum, alkohol, industri fermentasi seperti monosodium glutamat, lisin, asam sitrat, vinegar, protein sel tunggal, aseton-butanol, gum xanthan dan sebagainya.
4. Pembangkit Listrik
Kebutuhan energi di pabrik gula dapat dipenuhi oleh sebagian ampas dari gilingan akhir. Sebagai bahan bakar ketel, jumlah ampas dari stasiun gilingan adalah sekitar 30% berat tebu dengan kadar air sekitar 50%. Berdasarkan bahan kering, ampas tebu terdiri dari unsur C (karbon) 47%, H (hidrogen) 6,5%, O (oksigen) 44% dan Ash (abu) 2,5%. Menurut rumus Pritzelwitz (Hugot, 1986) tiap kilogram ampas dengan kandungan gula sekitar 2,5% akan memiliki kalor sebesar 1825 kkal. Nilai bakar tersebut akan meningkat dengan menurunnya kadar air dan gula dalam ampas.

Dengan penerapan teknologi pengeringan ampas yang memanfaatkan energi panas dari gas buang cerobong ketel, dimana kadar air ampas turun menjadi 40% akan dapat meningkatkan nilai bakar per kg ampas hingga 2305 kkal. Sehingga penggunaannya sebagai bahan bakar ketel di pabrik gula dapat meningkatkan produksi uap sekitar 10%. Dari segi pemanfaatan energi ampas secara optimal, teknologi pengeringan tersebut telah banyak diandalkan oleh banyak pabrik gula di luar negeri.

Kelebihan ampas dapat membawa masalah bagi pabrik gula, ampas bersifat bulky sehingga untuk menyimpannya perlu area luas. Ampas mudah terbakar karena di dalamnya terkandung air, gula, serat dan mikroba, sehingga bila tertumpuk akan terfermentasi dan melepaskan panas. Terjadinya kasus kebakaran ampas di beberapa pabrik gula diduga akibat proses tersebut. Beberapa pabrik gula mencoba mengatasi kelebihan ampas dengan membakarnya secara berlebihan (inefisien).

Sejalan dengan terus meningkatnya kebutuhan gula nasional, produksi tebu giling akan terus dipacu sehingga akan meningkatkan kelebihan ampas. Dengan bahan bakar dari ampas tebu, pabrik gula mempunyai peluang yang besar untuk menghasilkan tenaga listrik. Dibanding dari sumber energi listrik yang lain. Kontinuitas tenaga listrik dari ampas dapat lebih terjamin karena ampas bersifat terbaharui (renewable), dan harganya akan menjadi lebih murah. Sementara bahan bakar dari fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara akan semakin langka dan mahal.


Pembuatan MSG (Mono-Sodium Glutamate) dari bahan baku tetes tebu

Manfaat Tebu Dari Segi Konsumsi Rumah Tangga
1. Alternatif Biobriket
Biobriket merupakan sumber alternatif yang berupa bahan bakar padat, bahannya berasal dari biomassa, contohnya: ampas tebu, sekam padi, jerami, dll. Dengan pemanfaatan menjadi biobriket maka produk biobriket yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan energi alternatif pengganti briket batu bara diketahui berasal dari sumber alam yang tidak dapat diperbaharui, baik pada skala rumah tangga ataupun industri kecil. Dengan pemanfaatan ini, maka pemakaian bahan bakar yang selama ini dari sumber bahan bakar fosil yang bersifat tidak dapat diperbaharui dapat direduksi. Pemakaian batu bara menimbulkan masalah utama polusi yang bersifat merugikan, yaitu adanya emisi unsur belerang ke udara bebas. Permasalahan ini dapat ditekan dengan penggunaan biobriket. Ampas mudah terbakar karena di dalamnya terkandung air, gula, serat dan mikroba, sehingga bila tertumpuk akan terfermentasi dan melepaskan panas (Subroto, 2006).
2. Penambah Rasa Dalam Makanan
Sejak lama salah satu perusahaan penghasil penyedap rasa menggunakan tebu sebagai bahan baku. Tebu diubah menjadi penyedap rasa dengan proses yang cukup panjang. Pertama-tama, tebu dimasukan ke dalam mesin penggiling untuk diperas agar mendapatkan tetes tebu. Tetes tebu kemudian disterilkan. Tetes tebu kemudian dipanaskan dan zat-zat nutrisi dimasukan kedalam tangki. Dalam tangki, proses fermentasi dilakukan dengan tujuan mendapatkan asam glutamat dari tetes tebu tersebut. Hasilnya adalah kaldu fermentasi.

Setelah asam glutamat didapatkan, asam glutamat tersebut diisolasi dengan cara dikristalkan lewat pengasaman kaldu fermentasi. Proses selanjutnya, lempeng kristal glutamat dipisahkan dari kaldu fermentasi yang asam. Asam glutamat yang sudah dipisahkan, kemudian dibuat menjadi monosodium glutamat dengan cara menambahkan natrium hidroksida (food grade). Monosodium glutamat ini memiliki kelarutan dan stabilitas yang baik sebagai bumbu masak.

Kemudian, larutan monosodium glutamat dibersihkan dengan menggunakan karbon aktif. Karbon aktif berguna untuk menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan. Larutan monosodium glutamat kemudian dikonsentrasikan dengan pemanasan dan kristal monosodium glutamat pun terbentuk. Dan proses terakhir, kristal monosodium glutamat dikeringkan dengan cara kristal-kristal tersebut digetarkan dan dikeringkan dengan udara panas. Dan hasil akhir ini disebut dengan bumbu penyedap rasa.



Manfaat Tebu Dari Segi Pertanian Dan Peternakan
1. Dimanfaatkan Sebagai Pakan Ternak
Ampas tebu merupakan Iimbah pabrik gula yang banyak ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sangat mengganggu apabila tidak dimanfaatkan. Saat ini belum banyak peternak menggunakan ampas tebu tersebut untuk bahan pakan ternak, hal ini karena ampas tebu mentiliki serat kasar dengan kandungan lignin sangat tinggi (19,7%) dengan kadar protein kasar rendah (2,8%). Namun limbah ini sangat potensi sebagai bahan pakan ternak. Melalui fermentasi menggunakan probiotik, kualitas dan tingkat kecernaan ampas tebu diperbaiki sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan.
2. Dimanfaatkan Sebagai Pupuk Kompos
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa kompos bagase (kompos yang dibuat dari ampas tebu) yang diaplikasikan pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L) meningkatkan penyerapan nitrogen secara signifikan setelah tiga bulan pengaplikasian dibandingkan dengan yang tanpa kompos, namun tidak ada peningkatan yang berarti terhadap penyerapan fosfor, kalium, dan sulfur. Penggunaan kompos bagase dengan pupuk anorganik secara bersamaan tidak meningkatkan laju pertumbuhan, tinggi, dan diameter dari batang, namun diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula dalam tebu.

doc: balai biotek
http://arekkandangan.blogspot.co.id/


08/10/2015

"RACUN” AUTISME BERNAMA OPIOID PEPTIDA

Siapa sih opioid peptida ini? Bagi kalangan awam frasa opioid peptida mungkin masih terdengar asing dan terdengar sedikit “berbahaya”. Kata opioid selintas mengingatkan kita pada opium, buah cantik yang tumbuh subur di daerah subtropis, dimana getahnya banyak disalahgunakan sebagai bahan baku narkotika. Secara harfiah opioid peptida terdiri dari kata opioid yang berarti pengurang rasa sakit dan peptida yang berarti asam amino. Jadi bisa diartikan bahwa opioid peptida merupakan asam amino rantai pendek yang mempunyai sifat dapat mengurangi rasa sakit. Percayakah Anda bahwa ternyata opioid peptida secara alami mampu diproduksi oleh tubuh kita dari bahan-bahan makanan maupun minuman yang sering kita konsumsi sehari-hari? Bahan makanan dan minuman yang berasal dari gandum, susu, serta bahan makanan atau minuman yang mengandung fenol (pewarna) dalam komposisinya merupakan sumber penyusun opioid peptida.

Bagi orang sehat, keberadaan opioid peptida di dalam tubuh lazimnya dalam jumlah sangat kecil sehingga efeknya bisa diabaikan. Akan tetapi, bagi penyandang autisme keberadaan opioid peptida dalam tubuhnya bisa menjadi bencana apalagi bila dalam jumlah berlebihan. Secara fisiologis penderita autisme mempunyai kelainan metabolisme yang menyebabkan kebocoran mukosa usus. Saat opioid peptida terbentuk, senyawa ini akan menembus mukosa usus dan masuk ke peredaran darah, sehingga dapat mencapai sistem saraf pusat. Efek opioid peptida pada penyandang autisme bisa kita lihat pada sifat agresif dan ketidakstabilan emosinya. Oleh karena itu saat ini dikembangkan terapi diet bagi penyandang autisme, khususnya diet bahan makanan dan minuman yang mengandung glutein dan kasein.
Berbeda dengan nonpenyandang autisme, opioid peptida teridentifikasi dalam jumlah yang signifikan di dalam urin penyandang autisme. Oleh karena itu parameter keberhasilan diet glutein dan kasein penyandang autisme dapat diukur melalui kuantifikasi jumlah opioid peptida di dalam urin.
Balai Pengkajian Bioteknologi–BPPT, bekerja sama dengan sebuah laboratorium klinis, telah melakukan analisis kandungan opioid peptida di dalam urin anak-anak penyandang autisme di bawah diet glutein dan kasein. Analisis yang dilakukan meliputi identifikasi dan kuantifikasi beberapa jenis opioid peptida yaitu β-casomorphin, β-casomorphin (1-5) acetate, gluten exorphin B5, dan gliadorphin-7 trifluoroacetate.
Secara garis besar ada dua tahapan dalam proses analisis opioid peptida yaitu preparasi sampel biologis dan analisis opioid peptida dengan instrumen analisis. Dikarenakan sampel analisis merupakan sampel biologis berupa urin yang di dalamnya mengandung banyak senyawa yang bersifat “kotoran” yang keberadaanya akan mengganggu proses analisis lebih lanjut, diperlukan perlakuan–perlakuan khusus terhadap sampel biologis tersebut. Preparasi sampel urin meliputi denaturasi protein pengotor dilanjutkan dengan SPE (Solid Phase Extraction). Denaturasi protein pengotor dilakukan untuk merusak protein–protein yang tidak menjadi target analisis opioid peptida, yang mana protein tersebut akan dengan mudah mengendap oleh proses sentrifugasi. Sedangkan SPE berfungsi untuk memisahkan senyawa opioid peptida target dengan senyawa pengotor lainnya yang tidak terpisahkan oleh sentrifugasi.

Opioid peptida target kemudian dianalisis menggunakan Liquid Chromatography - Quadrupole Time of Flight – Mass Spectrometer (LC-QTOF-MS), sebuah instrumen analisis berbasis kromatografi cair dan spektroskopi, untuk mengidentifikasi ada tidaknya opioid peptida dalam sampel dan berapa jumlah opioid peptida tersebut bila terkandung di dalam sampel. Jumlah opioid peptida dikalkulasi dengan membandingkan kandungan opioid peptida dalam sampel dengan standar yang telah ditetapkan.

Perkembangan analisis opioid peptida sangat diperlukan guna mendukung terapi autisme yang bermuara pada penekanan gejala autisme khususnya pada anak–anak.




07/10/2015

Ayam Tanpa Tahi

Mungkin akan menjadi sebuah terobosan inovasi menarik jika ada hewan ternak yang mampu tidak membuang kotoran sama sekali, atau sedikit sekali, baik berupa buangan padat, cair, ataupun gas. Sebab selama ini belum pernah dijumpai ada ayam tanpa tahi, sapi bebas feses, atau kambing tanpa buang kotoran. Tapi mungkinkah?

Zat buangan hewan ternak memang menimbulkan masalah tersendiri dalam bidang peternakan. Selain aroma tak sedap yang ditebarkan ke sekeliling, dampak polusi udara yang ditimbulkannya pun menjadi permasalahan global. Sedemikian seriusnya masalah ini

hingga pada tahun 2003 pernah muncul isu “pajak kentut” (fart tax) yang rencananya bakal diterapkan pemerintah Selandia Baru. Ini karena gas buangan lewat anus ataupun lewat mulut dari hewan-hewan seperti sapi, domba, dan rusa mengandung gas rumah kaca, khususnya metana (CH4). Pajak emisi gas rumah kaca ini rencananya dikenakan pada para peternak, namun menuai protes keras dari mereka. Selandia Baru memang diwajibkan melaksanakan komitmen Protokol Kyoto tentang pemanasan global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hewan ternak di Selandia Baru menyumbang 90% dari keseluruhan emisi gas metana di negeri itu. Di negara tetangga Australia tersebut, menurut survei beberapa tahun terakhir, populasi ternak ruminansianya mencapai puluhan juta ekor, jauh melampaui penduduknya yang hanya sekitar 4,5 juta jiwa.

Masalah serupa seputar gas buangan hewan ternak yang menjadi perhatian serius ilmuwan dunia yakni emisi amonia (NH3) pada peternakan unggas. Hal ini karena amonia dapat tercium pada kadar di atas 5 ppm dan mulai memedihkan mata pada konsentrasi 20 ppm. Selain itu penimbunan amonia di udara di dalam kandang ayam berpengaruh negatif terhadap kesehatan pengelola kandang dan ayam itu sendiri, serta warga di sekitar kandang.

Berbagai strategi telah dan sedang diambil untuk mengurangi emisi amonia akibat kegiatan peternakan ayam ini, dan salah satunya adalah manipulasi pakan (dietary manipulation). Manipulasi pakan merupakan cara efektif mengurangi emisi amonia dengan cara menurunkan kadar nitrogen feses, pH kotoran, dan aktifitas mikroba penghasil amonia. Dari penelitian, hal ini dapat dilakukan dengan cara:
  • Merancang formulasi pakan berdasarkan asam amino yang diperlukan dalam pakan unggas dan bukan kandungan protein kasar;
  • Meningkatkan aktifitas fermentasi serat pakan oleh bakteri di usus besar; serta
  • Menambahkan ke dalam pakan enzim yang mampu merombak zat-zat antinutrisi yang dapat meningkatkan nilai konversi pakan dan mengurangi kadar nitrogen terbuang di dalam kotoran.

Berdasarkan uraian di atas, bioteknologi sangat berpeluang dalam pengembangan produk tambahan pakan unggas yang mampu menurunkan emisi amonia. Besarnya keanekaragaman mikroba Indonesia ditambah teknologi fermentasi pangan tradisional menjadi modal penting bagi pengembangan teknologi di bidang ini.

http://arekkandangan.blogspot.co.id/